Laman

Senin, 30 Maret 2026

AnugrahNya yang ajaib (453), LHO

Ketapang Kalimantan. 22 Jan 2024.

*ini adalah doa syafaat untuk menuntun orang dalam perjalanan di dunia roh, setelah nyawanya lepas dari tubuhnya. Seperti nenek buyut saya yang meninggal (oma dari mami saya dan kemudian bangkit kembali), dia dalam kebingung-an dalam perjalanan ke titik akhirnya. Jadi ada sedikit jeda antara orang yang baru dipanggil pulang sampai kepada garis akhirnya.
Dalam jeda yang sedikit itulah, maka para pendoa berdoa untuk menuntun mereka agar mereka dapat sampai ke Sorga Tuhan yang mulia*

Saya berdoa bagi seorang ibu yang bepulang ibu LHO, dalam usia 81 tahun.
Ketika saya berdoa untuknya memohon belas kasih Bapa … saya melihat dia sedang marah-marah.
LHO: aduh duh duh aduh saya lagi lagi marah-marah bu. 
Saya: ibu jangan marah-marah bu. 
LHO: ih saya kesal, saya kesal, saya marah. 
Saya: kalau marah-marah, ibu jalannya susah nih. karena kan memang ibu kan sudah, sudah putus nyawa ya. Jadi perjalanan ibu jadi susah, jadi ibu jangan marah-marah, ibu harus rendah hati, minta tolong sama Tuhan, minta pengampunan supaya Tuhan mau menolong ibu. 

LHO: Ih, iya sih, tapi saya masih kesal, masih kesal saya.
Saya: enggak usah bu, enggak usah kesal, kesalnya dibuang ya. Karena dunia roh ini sangat mengerikan. Ya ibu lihat kan tempatnya sangat sepi ya. Enggak ada orang yang lewat.
LHO: iya ya. Tempatnya sepi sekali, gak ada orang yang lewat.
Saya: sangat ngeri sekali tempat ini bu. Jadi ibu sekarang ya bersembah sujud kepada Tuhan, minta ampun. 

Dan dia berdoa ...
LHO: Tuhan ampuni saya. Kalau saya salah di bumi, kejahatan saya di bumi, apa yang saya lakukan tidak Tuhan sukai, ampuni saya. Tolong saya selamatkan saya, 
Saya: Tuhan Yesus. 
LHO: oh harus pakai Yesus ya. 
Saya: iya, nanti dibilanginnya Tuhan yang lain bu. 
LHO: Oh iya, iya, iya, iya. 

Dan dia berdoa lagi ...
LHO: Tuhan Yesus ampuni saya.ampuni kejahatan saya selama di bumi. tolong saya, buka jalan buat saya. Tuhan Yesus saya mohon belas kasih-Mu yang mulia.

Dan saya juga menaikkan doa saya …
ya Bapa , tolong ibu LHO, selamatkanlah Bapa, tolonglah, ampunilah. 
Dan saya berkata kepadanya: Ayo bu, bilang lagi supaya menarik Tuhan turun dan menolong ibu. 
LHO: Oh iya, iya, iya. Tuhan Yesus saya ibu LHO datang kepadamu memohon belas kasih Tuhan. 

Saya melihat langitnya sudah mau terbuka ... Dan ibu LHO tetap menaikkan doanya.
LHO: Tuhan, ampuni saya, saya tidak berdaya, saya orang lemah. selamatkan saya. Tuhan ...
kemudian Sorga terbuka, aahh dan saya berteriak … 
Bapa … Bapa ...
Berfirmanlah Tuhan: “anakKu.” 

Karena saya berteriak seperti layaknya anak kecil yang memanggil ayahnya, berkomentarlah orang sorga … yaitu teman gereja saya yang telah berpulang.
Orang Sorga: Ih kak ini lagi penyelamatan … (maksudnya harus serius).
Saya: Yah, kan saya cuma panggil Bapa doang, bu.
Dan saya berteriak lagi … Bapa …
Berfirmanlah Tuhan: “ya anakKu.” 
Ini ibu LHO datang kepadaMu memohon belas kasih Tuhan yang luar biasa. Karena Bapa adalah Allah yang murah hati yang selalu menolong manusia yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Terima kasih ya Bapa Yang Mulia. 

Dan saya melihat ibu LHO memperhatikan saya ...
LHO: Oh ngomongnya musti seperti itu ya bu. 
Saya: Enggak, maksudnya minta belas kasih Tuhan. Karena manusia kan tidak bisa apa-apa. 
LHO: Oh iya. Tuhan ... sayangi saya. saya mohon Selamatkan saya ya Tuhan. selamatkan saya.

tiba-tiba … Kuda Sembrani datang … 
*untuk diketahui, ketika saya masuk ke tempat kegelapan dan kertak gigi ini, dunia roh yang mengerikan ini … saya di temani oleh Kuda Sembrani (kuda yang berwarna putih indah dan bersinar dan pada kuda ini ada nama saya) dan Malaikat berapi (Malaikat yang dipenuhi dengan api). Mereka tidak terlihat sampai mereka diperlukan. 

Kuda Sembrani: ada saya
Saya: eh Kuda Sembrani ...
Saya bertanya kepada Bapa: Bapa … naik Kuda Sembrani, boleh.?
Berfirmanlah Tuhan: “Silahkan anakKu.” 
Saya: Mari bu, naik Kuda Sembrani. 
LHO: Oh, enggak jatuh ya? 
Saya: Enggak, tenang saja. Kuda Sembraninya baik. 
Kepada Kuda Sembrani: Kuda Sembraninya duduk dulu, ibu LHO biar naik. 

LHO: empuk sekali ya, empuk sekali.
Kemudian Kuda Sembrani dipeluknya.
LHO: Wangi sekali. halus sekali.
Saya: eh ibu LHO, ibu berdoa dulu sama Tuhan, terima kasih Tuhan Yesus gitu. 
LHO: Oh iya gitu ya bu ya, 
Saya: jangan ngomongin kuda dulu, 
LHO: oh iya aduh tapi hm hm Wangi banget bu. 

Dan saya tertawa ... Ha ha ha ..
LHO: kok ibu ketawa sih? 
Saya: Enggak apa-apa. saya enggak boleh ketawa? Boleh kan.
LHO: ya bu ya. Oh iya kan saya lagi lagi ditolong, ibu jangan ketawa dulu. 
Saya: Oh iya ya ya. Jadi saya enggak ketawain bu ya. Terima kasih kepada Tuhan Allah. 
LHO: Tuhan terima kasih ...
Saya: eh eh ... hampir jatuh. Nah ibu jangan galak-galak mangkanya, hampir jatuh tuh.

LHO: Emang ini kudanya siapa? 
Kuda Sembrani: dialah pemilik aku. 
LHO: Oh, ini kudanya ibu. Maaf ya bu ya. 
Saya: Iya, iya, iya, iya. 
LHO: ibu, setiap hari ibu mandiin ya? 
Saya: bu, terima kasih dulu sama Tuhan Allah yang telah menyelamatkan ibu. Ini masih di sini loh belum jalan loh kudanya. 
LHO: Oh iya, oh, oh kok kudanya enggak jalan-jalan?
Kuda sembrani: saya menunggu perintah dari tuanku. 
LHO: Oh, bu ...
Saya tertawa kecil: hehehe ayo Kuda Sembrani. Kita pergi ...

Dan dengan tiba-tiba Kuda Sembrani terbang, melesat dengan kencang sekali dan membawa ibu LHO ke Sorga Tuhan.
LHO: terima kasih ya Kuda Sembrani.
Dan ibu LHO di taruh di bawah dan Kuda Sembrani nya pergi meninggalkannya.
Kemudian terdengar suara: selamat datang di Sorga. 
LHO: Oh, oh ada orang banyak di sini. Tadi di sana sepi (tempat kengerian).
Saya: Iya, di sini di Sorga Tuhan, jadi ramai. 

Kemudian datanglah hamba Tuhan, yaitu pak K yang ada di Sorga Tuhan, beliau kadang membantu jiwa-jiwa yang datang ke Sorga Tuhan. dan ibu LOH dibawa untuk menghadap Tuhan, untuk berterima kasih dan menyembah Tuhan Allah Maha Mulia.
LHO: Terima kasih Tuhan, saya diselamatkan. Terima kasih saya diselamatkan. Terima kasih Tuhan 
..

Dia mau katakan kudanya indah. Tapi ini di hadapan Tuhan Allah dan dia dalam proses penyelamatan. Jadi kata-katanya tidak keluar dari mulutnya.

Kemudian dia dibawa untuk dibersihkan di Sungai Tuhan. Dan saya menunggu di pinggir sungai, setelah selesai pembersihan …
Malaikat: Hamba Tuhan. 
Saya: Ya Malaikat 
Malaikat: sudah selesai. 
Saya: oh iya.
Dan saya memanggil ibu LHO: ibu silakan … silahkan, bertemu dengan Tuhan Allah, peluk kakiNya cium kakiNya. berterima kasih, 
LHO: terima kasih Tuhan, saya sudah diselamatkan, terima kasih Tuhan, buat pertolongan-Mu, terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih Roh Kudus. saya bersyukur kepada-Mu. 
Saya: terima kasih ya Bapa ...
Berfirmanlah Tuhan: “berikan dia tempat!”

Yeee Terima kasih ya Bapa, Tuhan Yahushua Hamashia dan Allah Roh Kudus, saya bersyukur kepadaMu.
Dan saya katakan kepada jiwa-jiwa di Sorga Tuhan: berikan kemuliaan buat Tuhan Allah kita yang luarbiasa, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah.
(jiwa-jiwa Tuhan di Sorga, melihat segala sesuatunya dan juga berdoa bagi jiwa-jiwa yang berpulang)

LHO: Bu ...
Saya: silakan ibu LHO.
LHO: saya pergi dulu. ibu ... 
Saya: terima kasih sama Tuhan Yesus saja ya. 
LHO: Ya, terima kasih Tuhan Yesus. Tuhan Allah dan Roh kudus.

Haleluyah, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar