Laman

Jumat, 09 Januari 2026

AnugrahNya yang ajaib (424), TIZ

Jakarta, Jumat 9 Jan 2026.

*ini adalah doa syafaat untuk menuntun orang dalam perjalanan di dunia roh, setelah nyawanya lepas dari tubuhnya. Seperti nenek buyut saya yang meninggal (oma dari mami saya dan kemudian bangkit kembali), dia dalam kebingung-an dalam perjalanan ke titik akhirnya. Jadi ada sedikit jeda antara orang yang baru dipanggil pulang sampai kepada garis akhirnya.
Dalam jeda yang sedikit itulah, maka para pendoa berdoa untuk menuntun mereka agar mereka dapat sampai ke Sorga Tuhan yang mulia*

Saya mau mendoakan bapak TIZ, seorang hamba Tuhan yang telah berpulang. Dan saya minta izin Tuhan untuk berdoa baginya.
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu berdoalah bagi jiwa-jiwa yang berkesusahan, karena mereka dalam penderitaan. Engkaulah hambaKu yang bertugas untuk mengantar mereka di bawah kakiKu. Aku sangat mengasihimu.”

Sebelum saya mendoakannya, saya tadi melihat dia seperti ada di kolam api sambil berteriak-teriak. 
Ketika saya mulai mendoakannya, langsung matanya tertuju kepada saya dan dia berkata …
TIZ: bu … mohon tolonglah saya, saya dalam penderitaan yang besar 
Saya: Bapak, saya tidak bisa menolong bapak, tapi hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong bapak. 

Kemudian saya meminta kolam api untuk membawa bapak TIZ ini keluar daripadanya. 
Saya: Ayo kolam api, keluarkan bapak TIZ dari situ ya. karena saya mau berbicara dengannya. 
Kemudian ombak apinya datang dan membawa bapak TIZ untuk keluar dari kolam itu. 

Saya melihat ada roh jahat di sekitarnya, mereka kaget. 
Roh jahat: kenapa bisa keluar ya dari kolam itu ya? siapa yang menyuruh??? 
Roh jahat: Kalau dia keluar dari kolam api … itu artinya Tuhan datang. Mari kita pergi dari sini. dialah hamba Tuhan walaupun hidupnya belum sesuai kehendak Tuhan. 
Roh jahat: Aduh!!! kita kan mau mencicipi darah orang suci ya, kenapa tidak bisa ya??? 
Roh jahat: Sudah! jangan melawan, kita pergi saja daripada kita kena kutuk oleh Tuhan Allah Maha mulia. 

Dan roh jahatnya pergi meninggalkan bapak TIZ sendirian yang ada di dekat saya. 
Saya: ya bapak TIZ … bapak bedoa, berlutut minta ampun, sehingga Tuhan mau mengasihani bapak.
TIZ: Oh … apakah di tempat ini, tempat yang sangat mengerikan ini bu …  masih ada pertolongan buat saya? 
Saya: tentu masih ada! selama bapak TIZ masih bisa melihat saya, artinya anugerah Tuhan jatuh kepada bapak TIZ. karena memang saya adalah pendoa dan saya ditugaskan untuk membawa bapak sampai di bawah kaki Tuhan. 

Saya melihat tubuhnya sudah hangus-hangus, sehingga jadi hitam-hitam badannya. lalu kemudian dia berlutut dengan sebisa dia dan dia berdoa. Dia berdoa sambil menangis sedih sekali, karena dia seorang hamba Tuhan tapi dia berakhir di tempat yang seperti ini. 

Saya juga berdoa: Bapa, ampuni dosa kesalahannya. mohon belas kasihMu sehingga dia boleh melihat SorgaMu Yang Maha mulia. 
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu Aku sangat mengasihimu, terima kasih engkau datang ke tempat kertak gigi ini untuk menolong hambaKu yang berkesusahan. Engkau boleh membawanya ke SorgaKu, dibawah kakiKu.” 
Ya Bapa Terima kasih ya Bapa 

Kemudian tiba-tiba datanglah angin Twister mendekati kami dan angin itu menghadap saya sambil menunduk kepada saya lalu kemudian dia mendekati bapak TIZ yang masih berlutut berdoa, dan membawanya dengan tiba-tiba keluar dari tempat ini menembus langit tembaga. 
saya juga ikut melesat keluar mengikuti angin Twister, dan saya melihat ada Malaikat berapi dan Kuda Sembrani juga dibelakang saya.
*Malaikat berapi dan Kuda Sembrani, adalah mahluk Sorgawi yang selalu menemani saya ketika saya masuk ke tempat kegelapan dan kertak gigi ini. mereka tidak terlihat sampai mereka di butuhkan.

Angin twister membawa bapak TIZ ke sungai berapi Tuhan, untuk dibersihkan dari semua noda-noda dunia, kenajisan dunia. Dan ketika sampai diatas sungai berapi yang menggelora … dia langsung melepaskan pak TIZ yang masih tetap berdoa dan bapak TIZ masuk ke dalam sungai berapi. jadi bapak TIZ tidak sadar kalau masuk sungai berapi karena dia masih berdoa.

Sungai berapi membersihkannya sampai bersih. saya melihat ada barongsai yang panjang sekali dan pak TIZ dibersihkan dari barongsai. Setelah sungai berapi telah menjadi teduh, telah menjadi keperak-perakan saya bertanya kepada Malaikat penjaga … 
Saya: Malaikat sudah selesai ya,?
Malaikat: ya hamba Tuhan, silahkan.

Kemudian Saya memanggil sungai Tuhan: sungai tolong membawa bapak TIZ ke pinggir karena sudah selesai dibersihkan ya. 
Kemudian sungainya mengangkat bapak TIZ dan membawanya ke pinggir menemui saya. 
Saya berdoa: Bapa, pakai jubah putih ya … 
Berfirmanlah Tuhan: “ya anakKu, Aku sangat mengasihimu”

Bapak TIZ sampai di pinggir, dia telah memakai jubah putih dan dia memandang saya dan dia berkata …
TIZ: ibu Terima kasih ya, saya dibawa ke tempat yang indah ini. saya rasanya lega, saya rasanya dibersihkan sampai kedalaman hidup saya dan saya merasa senang sekali. 
Saya: Bapak berterima kasihnya bukan kepada saya tapi kepada Tuhan Yesus ya. bapak bisa ulangin lagi terima kasih kepada Tuhan Yesus? 
TIZ: oh Tuhan Yesus terima kasih ya saya telah ditolong sampai tempat yang indah ini. 

Tempat sungai pembersihan ini sangat indah, banyak Malaikat di sini … sangat sejuk, sangat luar biasa. karena ini memang sudah mendekati Sorga Tuhan. saya berkata kepadanya …
Saya: Ya bapak sudah selesai dibersihkan, sudah pakai jubah putih. Mari kita bertemu dengan Tuhan Allah Maha pencipta. 
Ketika saya katakan ini, dia langsung seperti orang tersedak, terus dia seperti patung … dengan matanya tidak berkedip dan memandang lurus ke depan. 
Kemudian saya memanggil Malaikat: Malaikat, tolong diantar bapak TIZ sampai di bawah kaki Tuhan. 
Malaikat Tuhan datang kemudian dengan ujung jarinya mendorong bapak TIZ sehingga bapak TIZ berjalan tapi dia seperti robot berjalan, matanya memandang ke depan lurus tanpa berkedip. 

Ketika sampai di bawah kaki Tuhan, dia terjatuh dan kemudian saya berdoa … 
Bapa, inilah bapak TIZ datang kepadaMu ampuni dosa kesalahannya, mohon belas kasihMu ya Bapa sehingga dia boleh diselamatkan. 

Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu dalam pelayananmu sebagai manusia, engkau harus me-nomor satukan Aku dari segala sesuatunya. karena pelayananmu untuk Aku bukan kepada manusia. itu sebabnya engkau harus mengisi penuh-penuh rohanimu sehingga engkau bisa melihat kamuliaanKu. 

dan satu jiwa ini … hambaKu ini, yang tidak fokus akan Aku … Aku mau menyelamatkannya, karena Aku juga sangat mengasihinya. terima kasih ya anakKu, engkau telah membawa dia di bawah kakiKu. Upahmu sangat besar di SorgaKu, Aku sangat mengasihimu. dan Aku mau menyelamatkannya. berikan dia tempat!” 

Terima kasih ya Bapa, Tuhan Yahushua Hamashia dan Allah Roh Kudus, saya bersyukur kepadaMu.
Dan saya katakan kepada jiwa-jiwa di Sorga Tuhan: berikan kemuliaan buat Tuhan Allah kita yang luarbiasa, Haleluyah, Haleluyah, Haleluyah.
(jiwa-jiwa Tuhan di Sorga, melihat segala sesuatunya dan juga berdoa bagi jiwa-jiwa yang berpulang)

Dan saya berkata kepada bapak TIZ yang masih tergeletak dibawah kaki Tuhan …
saya: Ya bapak TIZ, Halo bapak TIZ … bapak TIZ ada di bawah kaki Tuhan Allah ya. 
lalu saya melihat dia seperti mengangkat wajahnya dan dia sangat silau melihat sinar kemuliaan Tuhan Allah yang Maha mulia. 
Saya melanjutkan: berlutut ya bapak TIZ, sembah Tuhan. peluk kakiNya, cium kakiNya … berterima kasih buat kebaikan Tuhan. 
Kemudian dia berlutut memeluk kaki Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. 
TIZ: ampunilah aku ya Tuhan Allah yang Maha mulia. 

Saya: Ya sudah selesai, Malaikat tolong antar bapak TIZ ke Sorga Tuhan. 
Malaikat: baik hamba Tuhan, laksanakan!
Kemudian bapak TIZ melihat kepada saya dan berkata: bu …  
Saya: Bapak berterima kasihnya hanya kepada Tuhan Allah. karena bapak telah berpulang, jadi hanya satu arah saja yang bapak bisa lakukan yaitu kepada Tuhan Allah yang Maha mulia ya. bersyukurlah berterima kasihlah karena bapak sudah ada di Sorga Tuhan. 
Kembali saya berkata kepada Malaikat: Silahkan Malaikat, diantar bapak TIS ke Sorga Tuhan. 
Malaikat: baik hamba Tuhan, laksanakan!

Ketika Malaikat berkata ini dia melihat saya lagi, agak terkejut dan bingung 
Saya: Silahkan bapak TIZ … ke Sorga Tuhan bersama dengan Malaikat. 
Malaikat pengantarnya ke Sorga Tuhan, sambil berjalan dia menengok kepada saya kembali dan saya hanya berikan senyuman saya kepadanya. 

Bapa, terima kasih ya … bapak TIZ hambaMu boleh ada di SorgaMu. biarlah dia boleh mengucap syukur, berterima kasih buat kebaikan Tuhan Allah yang Maha mulia. 
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu Aku sangat mengasihimu, engkau selalu berdoa dan membawa jiwa-jiwa dibawah kakiKu. Tenanglah … berkat-berkatmu segera mencapaimu dan engkau sangat bersuka cita dan engkau bisa berkarya untuk kemuliaan namaKu. Aku sangat mengasihimu.” 

Kemudian saya mendengar suara bapak TIZ: oh Tuhan Yesus terima kasih terima kasih. 
sepertinya ketika sampai di Sorga Tuhan, dia langsung berlutut. karena dia merasa bersukacita, merasa bersyukur, merasa terharu, karena dia ada di Sorga Tuhan. 

Terima kasih ya Bapa. 
Haleluyah, Haleluyah. Amin, Amin, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar