Ibadah online Keluarga Jakarta-Ketapang, Kalimantan.
Firman Tuhan hari ini: Matius 21: 1-11, Yesus dielu-elukan di Yerusalem.
>> PENDAHULUAN.
Ini adalah babak pertama dalam drama besar minggu terakhir kehidupan Yesus. Sungguh menakjubkan bagaimana suasana berubah begitu drastis hanya dalam beberapa hari.
Dari pemujaan di sini, berubah menjadi seruan untuk penyaliban hanya beberapa hari kemudian.
Apa yang diajarkan peristiwa ini kepada kita hari ini? Peristiwa ini mengajarkan kita bagaimana menanggapi Yesus.
>> 1. Menanggapi dengan KETAATAN
Ketika Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk mengambil keledai, mereka melakukannya. Mereka taat tanpa ragu-ragu. Murid-murid-Nya tidak menyadari peran yang mereka mainkan dalam drama besar ini. Murid-murid-Nya tampak seperti berada dalam kabut tentang semua yang terjadi. Kita memiliki Injil yang ditulis 20 tahun atau lebih setelah peristiwa itu. Saat mereka menulis, para penulis memiliki keuntungan dari sudut pandang masa lalu. Mereka taat.
Kita harus menanggapi Yesus dengan ketaatan. Kita mungkin tidak menyadari ke mana kita akan pergi. Namun demikian, kita harus taat. Apa yang Tuhan panggil kita untuk lakukan?
>> 2. Menanggapi Dengan Memberikan Sambutan Meriah ( red carpet)
Reaksi orang banyak selalu membuat saya . Para murid melepas jaket mereka dan melemparkannya ke atas keledai sebagai pelana darurat. Yang lain melemparkan jaket dan ranting ke tanah. Ini seperti memberikan sambutan meriah kepada-Nya. Kerumunan ini terdiri dari orang-orang yang telah mengikuti Yesus selama pelayanan-Nya. Mereka telah menyaksikan banyak mukjizat. Tepat sebelum bagian ini, Yesus menyembuhkan dua orang buta. Mereka tahu ada sesuatu yang istimewa tentang Yesus ini.
Bagaimana kita memberikan sambutan meriah kepada Yesus? Kita melakukannya ketika kita mengulurkan karpet merah kepada orang lain. Yesus berkata, “Siapa pun yang menerima anak ini dalam nama-Ku, menerima Aku, dan siapa pun yang menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab, siapa yang terkecil di antara kamu, dialah yang terbesar” (Lukas 9:48). Yesus juga berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Apa pun yang kamu lakukan kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terkecil ini, kamu telah melakukannya kepada-Ku” (Matius 25:40). Kita menyambut Yesus ketika kita membuka tangan kita kepada orang lain.
Tidak perlu banyak hal. Ada orang bersyukur karena seseorang yang begitu baik kepadanya ketika dia datang ke gereja. Yang disambut dengan berkata, "Hai, apa kabar?" Itu bukan sesuatu yang istimewa, tetapi baginya itu adalah sambutan yang meriah. Hanya perlu sedikit waktu dan usaha untuk menggelar karpet merah. Apa yang kita lakukan untuk menyambut Yesus?
3. Menanggapi Dengan PUJIAN
Orang banyak berseru memuji Yesus saat mereka memasuki kota. Mereka berseru, “Hosanna kepada Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosanna di tempat yang Maha Tinggi!” Orang banyak memimpin jalan masuk ke kota. Hosanna berarti “selamatkan kami” atau “selamatkan sekarang juga.” Itu adalah seruan pujian, tetapi juga seruan minta tolong. Mereka memohon kepada Yesus untuk menyelamatkan mereka. Ketika mereka menyebut-Nya “Anak Daud,” mereka menyatakan-Nya sebagai Mesias. Selama pelayanan-Nya, Yesus sengaja menghindari disebut sebagai Mesias (Kristus).
Ketika seseorang mengenali-Nya sebagai Mesias, Ia menyuruh mereka untuk merahasiakannya. Ini disebabkan oleh politisasi Mesias. Ada kepercayaan populer bahwa Mesias akan menjadi pemimpin politik/militer. Melalui tindakan-Nya yang terbuka di sini, Yesus mengklaim gelar Mesias. Ia tahu inilah saatnya.
Bagaimana kita memuji Yesus? Apakah itu hanya dengan datang pada hari Minggu dan menyanyikan "Shout to the Lord," atau lagu-lagu pujian lainnya yang kita nyanyikan? Itu sebagian, tetapi bukan semuanya. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup kita seharusnya merupakan pujian kepada Tuhan. Ketika kita memuji orang lain, kita memuji Tuhan. Sama seperti ketika kita menyambut orang lain.
Kita juga harus menanggapi dengan cara ini ketika doa kita dikabulkan. Kita sering berdoa untuk sesuatu, tetapi kita tidak selalu meluangkan waktu untuk memuji Tuhan ketika Dia menjawab. Apa yang perlu kita puji dari Tuhan?
>> 4. Menanggapi Dengan PENJELASAN
Yerusalem penuh sesak untuk perayaan Paskah. Diperkirakan populasi Yerusalem membengkak hingga lebih dari 2,5 juta jiwa selama minggu itu. Orang-orang dari seluruh dunia yang dikenal ada di sana. Kerumunan di dalam kota memperhatikan orang banyak yang membawa Yesus masuk ke kota. Bayangkan besarnya kerumunan yang akan menarik perhatian seperti itu. Ingatlah bahwa kehidupan Yesus dijalani di wilayah yang relatif kecil.
Di luar wilayah Israel, Dia hampir tidak dikenal. Tentu saja orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Yesus penasaran dengan keributan yang terjadi tentang orang ini. Jadi mereka bertanya, "Siapakah ini?" Kerumunan yang bersama Yesus menjawab dengan penjelasan. Allah telah menjanjikan seorang nabi dalam Ulangan 18:18, "Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka. Dan Aku akan menaruh firman-Ku di dalam mulutnya, dan ia akan menyampaikan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya."
>> PENUTUP
Ketika Yesus datang, Ia seharusnya menimbulkan kehebohan. Orang-orang akan penasaran tentang Yesus ini. Petrus berkata, “Hendaklah kamu selalu siap sedia untuk menjawab siapa pun yang bertanya tentang pengharapan yang ada di dalam kamu” (1 Petrus 3:15). Kita harus siap memberikan penjelasan tentang Yesus kepada siapa pun.
Orang banyak tidak menyadari semua yang sedang terjadi, atau apa yang akan terjadi di hari-hari mendatang, tetapi mereka menjelaskan sebaik mungkin.
Kita tidak perlu menjadi seorang sarjana hebat untuk menjelaskan apa yang telah Yesus lakukan bagi kita.
**
Pernyataan Tuhan selama ibadah Raya:
1.BERDOA memulai Ibadah anak-anak: oleh EL.
Saya melihat ada tangan yang besar dengan memegang Gada besar … mengejar roh jahat. Dan dia lari sambil menengok ke arah belakang akan gada besar yang mengejarnya.
Berfirmanlah Tuhan:
"AnakKu Aku senang mendengarkan doamu. teruslah engkau berdoa untuk kesejahteraan kota tempat tinggalmu, sehingga sejahteralah engkau tinggal di sana dan engkau boleh memuliakan namaKu.
Engkau semakin besar, semakin cantik di hadapanKu. karena itu tetaplah hidup sesuai kehendakKu, tolonglah ibumu dan berkatilah keluargamu dengan doa-doamu yang engkau naikkan kepadaKu. Aku sangat mengasihimu." Haleluyah.
2.Firman Tuhan Ibadah Anak: Nama Baik
adalah harta yang sangat berharga bagi setiap anak Tuhan dan harus di jaga sepanjang hidup.
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” (Amsal 22:1 TB)
3.BERDOA Akhiri Ibadah anak-anak: Oleh KZ.
Berfirmanlah Tuhan:
"AnakKu engkau memiliki hikmat daripadaKu. pergunakanlah hikmat itu untuk memberkati hidupmu dan keluargamu. terima kasih engkau terus mendoakan keluargamu sehingga keluargamu boleh bersukacita dan menikmati berkat-berkatiKu.
teruslah engkau hidup sesuai kehendakKu, jadilah anakKu yang hidup sesuai firmanKu, bantulah ibumu dan kasihilah adikmu. Aku sangat mengasihimu.” Haleluyah.
4.Berdoa Firman Tuhan Umum: Oma.
Berfirmanlah Tuhan:
"HambaKu tetaplah bersabar dalam kelemahan tubuhmu, karena dalam lemahmu Akulah kuatmu. tetaplah bersandar pada firmanKu, tetaplah bersabar dan tetaplah berdoa memberkati anak cucumu. anugrahKu cukup bagimu, karena itu mengucap syukurlah kepadaKu. Aku sangat mengasihimu.” Haleluyah.
5.Saya mengucapkan, Sabbat Shalom Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Juga untuk semua jiwa-jiwa yang ada di Sorga Tuhan.
6.Standing Applause dengan tiup Shofar, sebelum firman Tuhan.
Saya melihat wajah Tuhan Yesus besar sekali di langit, dan rambutnya yang sedikit panjang melambai-lambai tertiup angin. Dan saya melihat roh jahat yang ada di udara semua menjauh, mereka lari lintang pukang, Haleluyah.
7.PESAN BAPA, TUHAN YESUS, DAN ROH KUDUS.
Setelah firman Tuhan disampaikan
Berfirmanlah Tuhan:
"AnakKu Aku sangat mengasihimu. dalam keadaan yang tidak terlalu tenang, engkau tetap membawa firmanKu kepada jiwa-jiwa di SorgaKu dan juga kepada keluargamu.
Teruslah engkau fokus akan firman-Ku ya anakKu, walaupun sekitarmu goncang sekalipun, tetaplah dalam hidupmu ada Aku Tuhan Allahmu yang sangat mengasihimu.
Memang waktunya sudah sangat singkat, karena itu tetaplah engkau renungkan firmanKu siang dan malam sehingga manakala waktunya jatuh kepadamu, kepada keluargamu dan kepada semua manusia di bumi ini ... engkau telah siap sedia. Aku sangat mengasihimu.” Haleluyah.
8.Standing Applause dengan tiup Shofar, sesudah firman Tuhan.
Tiup shofar kali ini fokusnya ke Oma, karena oma dalam keadaan yang gelisah. Kemudian saya melihat ada sinar datang dan berjalan ke arah badan belakangnya yang bermasalah. Jadi seperti di gosok badan belakang dengan sinar itu.
9.DOA setelah firman Tuhan: oleh JJ.
Berfirmanlah Tuhan:
"HambaKu Aku sangat mengasihimu. tetaplah engkau bersukacita menerima berkat-berkatKu yang berlimpah kepadamu. dan tetaplah hidup sesuai kehendakKu, membaca firmanKu dan berdoa kepadaKu. engkaulah hambaKu yang sangat Aku kasihi.” Haleluyah.
10.DOA SYAFAAT: oleh AM.
AM berdoa buat semua keluarganya. Ada dua pernyataan yang Tuhan berikan.
Berdoa buat SP: wajahnya muncul dan dia lagi tertawa dan memakai baju daerah, terlihat pada hiasan di kepalanya.
Berdoa buat JJ: wajahnya JJ muncul, dia mengacungkan jempol. Dari mulutnya keluar ular-ular kecil sepertinya sudah mati (kata-kata yang kurang baik).
Berfirmanlah Tuhan:
"AnakKu Aku sangat mengasihimu. terima kasih engkau selalu membawa keluargamu di bawah kakiKu, Aku mendengarkan doa-doamu. teruslah engkau berdoa bagi keluargamu, bagi teman-temanmu, bagi orang-orang yang berkesusahan dan bawalah mereka semua di bawah kakiKu. karena Akulah Tuhan Allah yang sanggup menolong mereka dan membuka jalan-jalan mereka.
dan engkau ya anakKu, tetaplah engkau setia kepadaKu, tetaplah engkau setia melakukan kehendakKu dan teruslah memuliakan namaKu. karena Akulah Tuhan Allahmu yang bertahta dalam kemuliaanKu tapi juga ada dalam rumahmu.
karena itu hormatilah Aku yang ada di rumahmu, berusahalah hidup kudus di hadapanKu dan saling mengasihi lah. supaya kasihKu tetap mengalir kepadamu dan berkat-berkatKu berlimpah dalam kehidupanmu. Aku sangat mengasihimu.” Haleluyah.
11.DOA PENUTUP IBADAH: oleh SP.
Berfirmanlah Tuhan:
"anakKu bersukacitalah senantiasa di dalam Aku. bawalah semua masalahmu kepadaKu, beriman teguh kepadaKu. dan lembutkanlah hatimu untuk menerima teguran teguran dan masukan-masukan yang positif kepadamu sehingga hidupmu sejahtera.
AKu mendengarkan doa-doamu dan Aku menjawabnya karena Aku sangat mengasihimu. karena itu tetaplah engkau setia dalam jalan-jalanKu. hormatilah orang tuamu, bersabarlah dan rendah hati sehingga engkau bisa melihat keluar biasaanKu dalam hidupmu. Aku sangat mengasihimu.”
12.AKHIR IBADAH.
Berfirmanlah Tuhan:
"Anak-anakKu berjuanglah untukmu dan keluargamu, tetaplah rendah hatimu dan bersabarlah. saling lah mengalah supaya engkau melihat berkat-berkatKu berlimpah kepadamu dan melihat kedahsyatan tanganKu ada atas hidupmu.
Jadilah saksiKu di bumi, jadilah berkat bagi banyak orang, nyatakanlah kasihKu kepada semua orang dan berikanlah tanganmu kepada mereka dalam mereka membutuhkan pertolonganKu.
Waktunya engkau akan pergi sampai ke ujung bumi dan menjadi berkat bagi seluruh makhluk di bumi yang telah Aku ciptakan ini.
anakKu waktunya sudah sangat dekat, karena itu persiapanlah dirimu, persiapanlah hidupmu dan tetaplah rendah hatimu. sehingga semua apa yang telah Aku perintahkan kepadamu dapat engkau lakukan dan dapat engkau selesaikan.
KasihKu menyertaimu, juga berkat-berkatKu menyertaimu. hitunglah berkat berkatKu dan mengucap syukurlah. Aku mengasihimu dari sekarang sampai selama-lamanya.”
Haleluyah, Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar