Jakarta, Sabtu 10 Jan 2026.
*ini adalah doa syafaat untuk menuntun orang dalam perjalanan di dunia roh, setelah nyawanya lepas dari tubuhnya. Seperti nenek buyut saya yang meninggal (oma dari mami saya dan kemudian bangkit kembali), dia dalam kebingung-an dalam perjalanan ke titik akhirnya. Jadi ada sedikit jeda antara orang yang baru dipanggil pulang sampai kepada garis akhirnya.
Dalam jeda yang sedikit itulah, maka para pendoa berdoa untuk menuntun mereka agar mereka dapat sampai ke Sorga Tuhan yang mulia*
Pada Sabtu 3 Jan 2026.
Saya mendapat wa, keluarga saya USP sakit dan masuk RS dan dalam keadaan kritis. Dia tidak sadarkan diri.
Secara parallel saya memohon dukungan doa dari gereja saya GB.
Beberapa pernyataan Tuhan bagi pendoa adalah:
1.Tuhan perlihatkan tanah merah (tanah makam).
2.Rumah lama (kehidupan lama), kemudian ada rumah baru tapi seperti rumah di kampung.
Rabu, 7 Jan 2026.
Saya berdoa buat USP, saya melihat ada airmata di matanya (menangis). Dan juga ada tulisan arab diatasnya. Kemudian saya melihat, hidungnya di taruh kapas dan di buat pocong.
Kamis 8 Jan 2026. dalam Renungan pagi.
Tuhan berfirman tentang USP:
"AnakKu Aku sangat mengasihimu, tetaplah bersuka cita hatimu dan lihatlah saudaramu yang sedang sakit. doakanlah, bawalah dia kepadaKu. Aku juga mau menerimanya walaupun dia tidak percaya kepadaKu tapi dia adalah saudaramu. Aku sangat mengasihimu."
Jumat, 9 Jan 2026.
Dalam doa pagi ini saya melihat rohnya keluar dari tubuhnya dan dia di tenteng oleh roh jahat, diseret sepertinya.
Saya: Eh!!! Stop! main seret-seret saja!! lepasin dalam nama Tuhan Yahushua Hamashia.
Dan roh jahat melepaskannya karena kaget. kemudian dia mencari-cari siapa yang membuat perasaannya tidak enak dan dia kemudian melihat Malaikat berapi dan dia pergi meninggalkan USP.
Malaikat: Hamba Tuhan, tenanglah biar saya menjaganya sampai waktunya sampai (meninggal).
Saya: Ya Malaikat Haleluyah.
Ketika saya bertanya tentang perkembangannya, saya mendapat khabar bahwa USP belum sadar tapi ada perkembangan, sudah ada respon.
Sabtu, 10 Jan 2026
Hari ini, saya mendapat kabar dukacita bahwa USP telah berpulang di pagi hari.
Dan saya memohon belas kasih Allah yang maha mulia, karena saya mau mendoakannya dan mengantarnya kepada Allah Bapa.
Berfirmanlah Tuhan:
“Ya anakKu Aku mau menyelamatkannya. bukankah dia itu saudaramu? karena itu berjuanglah untuk keselamatannya. Aku sangat mengasihimu.”
Terima kasih ya Bapa
Ketika saya mau mulai mendoakan USP, saya turun dari atas (bumi) dengan memakai pakaian yang indah … seperti pakaian seorang putri pakai baju putih. saya melihat Malaikat berapi yang menjaga USP.
saya katakan: terima kasih ya Malaikat, sudah jagain saudara saya.
Malaikat: Ya hamba Tuhan.
Dan saya melihat, Malaikat ini matanya berapi juga loh.
saya melihat roh jahatnya tidak jauh, dekat sekali dengan USP. Karena memang mereka merasa USP adalah milik mereka. tapi karena dia saudara saya, saya tetap mau klaim. jangankan dia saudara saya, orang lain pun saya klaim. karena semua manusia itu ciptaan Tuhan dan berhak untuk kembali kepada sang Maha pencipta bukan kepada penjahat (roh jahat).
Memang saya melihat roh jahatnya besar-besar dan mengerikan.
saya berdoa: dalam nama Tuhan Yesus! engkau roh jahat pergi dari sini!! engkau tidak punya hak untuk mengambil satu jiwa ini. engkau bukan pencipta kok, engkau juga diciptakan. jadi engkau tidak punya hak! hakmu rendah!! yang berhak adalah Tuhan Allah Maha pencipta Yahushua Hamashia (Yesus Kristus). Dan satu jiwa ini akan kembali kepada Tuhan Allah Maha pencipta. dalam nama Tuhan Yahushua Hamashia, pergi engkau jauh-jauh, jangan dekat-dekat!!
setelah saya berdoa ini, roh jahatnya terdorong dengan sangat keras dengan bunyi dentuman. seperti apa ya … pokoknya mengerikan sekali sebenarnya ini ya.
Dan saya berkata sekali lagi kepada Malaikat berapi: Terima kasih ya Malaikat berapi telah menjaga saudara saya.
Dan saya berkata kepada USP: Ayo USP, USP kenal saya kan? saya MSS. yang beberapa kali, dua kali ya ke rumah ya. Dan sekarang saya mau membawa USP ke SorgaNya Tuhan Yesus. USP pernah saya doakan (ketika saya ke rumahnya) dan sekarang USP telah meninggal. Itu artinya … seharusnya USP milik setan itu karena USP belum percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Tapi Tuhan Yesus mau menyelamatkan USP. karena itu USP yang telah pernah dengar nama Tuhan Yesus, panggillah nama Tuhan Yesus.
Dan saya lanjutkan: USP lihat, dari kemarin Malaikat menjaga USP supaya tidak diseret. karena kemarin sudah sempat diseretkan sama roh jahatnya. jadi USP lupakan semua yang di bumi, lupakan segala sesuatunya, lupakan YL (anaknya). Karena sekarang USP harus sendirian berjalan. panggil Tuhan Yesus sehingga Tuhan Yesus mau menuntun USP, sehingga masuk ke SorgaNya yang mulia.
USP: Oh saya sedih, saya sedih. Saya tidak berdaya, saya tidak mempunyai kemampuan.
Saya: betul, USP sedih, tidak berdaya tidak mempunyai kemampuan. Tapi saat ini lupakan semuanya, focus kepada Tuhan Yesus. karena Tuhan Yesus yang akan menyelamatkan USP. karena Tuhan Yesus mengasihi USP. USP memanggil nama Tuhan Yesus, saya juga berdoa untuk USP.
Dan saya berdoa: Tuhan Yesus, inilah USP telah berpulang, dalam penderitaannya dalam kesukaran dalam kesedihannya. selamatkanlah dia ya Bapa, biar dia boleh melihat SorgaMu. hatinya terbuka buatMu walaupun tidak sepenuhnya. biarlah dia bisa melihat SorgaMu ya Bapa.
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu Aku sangat mengasihimu. Aku melihatnya dan Aku mau menyelamatkannya. bukankah engkau pernah berdoa untuknya selama dia masih hidup? karena itu setelah dia tidak bernyawa … bawalah dia kepadaKu .”
Terima kasih ya Bapa … Bapa yang baik, Bapa yang mulia. Saya bersyukur kepadaMu. Kemudian saya langsung berlutut, ditempat kegelapan dan kertak gigi ini … karena saya sangat bersyukur sangat terharu buat kebaikan Tuhan Yang Maha mulia.
Dan saya berkata kepadanya: Yuk USP, kita pergi.
Dan wow ini sepertinya saya yang harus membawanya ya, karena penglihatannya adalah saya memegang tangannya ... ya sudah.
Saya: mari saya pegang ya USP ya tangannya. (padahal dahulu saya tidak mau di pegang oleh orang yang telah berpulang, karena sudah tidak ada tubuhnya, hanya jiwanya saja)
USP: Oh ya ya, saya sangat ketakutan, Saya sangat ketakutan
Kemudian saya memegang tangannya dan menariknya. Kami melesat ke udara … ini aneh juga ya kenapa saya yang bawa? Saya juga tidak tahu. tapi yang jelas Tuhan mengijinkan hal ini terjadi dan Malaikat Tuhan dan Kuda Sembrani ada di belakang kami. jadi saya memegang tangannya dan membawanya sampai ke sungai berapi Tuhan.
*ketika berdoa untuk orang-orang berpulang dan masuk dalam tempat kegelapan dan kertak gigi ini, saya ditemani oleh Malaikat berapi dan Kuda Sembrani. Mereka tidak terlihat sampai mereka dibutuhkan.
Ketika berada di atas sungai berapi Tuhan … USP terkejut …
USP: Oh itu ada api ya? api-api Saya takut banget ya .. ini api loh api
Saya: enggak apa-apa .. sama saya USP ya. Saya masih hidup ya USP ya. Jadi USP tenang saja. Kita akan masuk dalam api itu.
USP: Hah??? Masuk dalam api itu? aduh bagaimana ya?
Saya: ya, kita masuknya bareng-bareng … USP lihat saya, dan ada Malaikat berapi yang kemarin jaga USP, juga ada Kuda Sembrani. Kuda yang indah.
Dan saya menyapa Kuda Sembrani: Halo Kuda Sembrani.
Kuda Sembrani: Ya hamba Tuhan. kami senang membantu hamba Tuhan menyelamatkan satu jiwa yang sangat Tuhan kasihi.
Sya: itu kan … USP dengar? Kuda Sembrani berkata bahwa USP adalah manusia yang sangat dikasihi Tuhan Allah. Mari kita bersama-sama masuk ke sungai berapi Tuhan.
Lalu USP dengan tegangnya, dia memegang saya dengan kencang. kami berempat masuk ke sungai berapi Tuhan.
Ketika masuk, sampai di dalam sungai berapi … tangannya terlepas dari saya dan kami bertiga saya, Kuda Sembrani dan Malaikat berapi keluar dari sungai berapi. USP kemudian dibersihkan di dalam sungai berapi Tuhan.
Saya menunggu di tepi sampai saya melihat sungai Tuhan menjadi teduh, tenang dan berwarna indah ke perak-perakan.
Saya bertanya kepada Malaikat penjaga: Malaikat sudah selesai?
Malaikat: hamba Tuhan, hamba Tuhan mempunyai pendirian yang teguh. hamba Tuhan berani melangkah dan membawa satu jiwa untuk diselamatkan. kiranya Tuhan tetap memberikan hamba Tuhan kekuatan dan kemampuan, sehingga banyak jiwa-jiwa boleh diselamatkan.
Saya: Ya Malaikat (karena biasanya saya tidak membawa sendiri, memegang, menarik jiwa-jiwa yang berpulang … tapi mahluk Sorgawi)
Malaikat: Silakan hamba Tuhan sudah selesai.
Kemudian saya meminta Sungai Tuhan untuk membawa USP ke pinggir: sungai … bawalah USP ke pinggir karena sudah selesai dibersihkan.
Dan saya memohon kepada Bapa Sorgawi: Bapa pakai jubah putih ya?
Berfirmanlah Tuhan: “Ya anakKu tentu Aku mau memberikannya jubah putih, dialah saudaramu.”
Ya Bapa, Terima kasih ya Bapa. (saya bicara sambil nyengir he he he)
Kemudian sungainya mendorong USP ke atas dan membawanya sampai ke tepi. USP agak bingung dan memandang ke belakang melihat sungainya. dia bingung karena ini semua di luar akal pikirannya.
Saya: Halo USP sudah selesai dibersihin Tuhan ya. sekarang USP telah diberikan jubah putih.
(saya melihat ada wajah suaminya dengan istrinya yang lain)
Saya: ya semua kenangan lama dibersihkan ya, sehingga USP boleh bertemu dengan Tuhan Yesus.
USP: Nih tempatnya bagus sekali ya, indah ya. saya juga rasanya sudah tenang ya. pikiran saya sudah tenang. Saya sudah enggak sedih lagi loh.
Saya: Iyalah, ini kan sudah dekat Sorga Tuhan. jadi bersukacita lihat tempatnya indah. ada Malaikat, ada pohon-pohon yang indah ya, bahkan ada burung-burung di sini juga ya, indah sekali (saya baru menyadarinya).
Ketika saya bicara ini, saya seperti duduk di sebuah batu dengan baju saya yang indah.
USP: Kamu seperti putri ya, Kamu cantik. mata kamu bersinar, indah sekali.
Saya: Ya USP sudah selesai (pembersihan) mari kita bertemu dengan Tuhan Yesus. USP kan pernah dengar nama Tuhan Yesus.
USP: Iya kamu kan pernah doakan saya ya. saya berterima kasih ya sama Tuhan Yesus buat kebaikanNya. saya air matanya sudah enggak ada lagi ya. kayaknya hati saya suka cita bener.
Saya: Ya dong harus bersukacita. kan Tuhan Yesus sudah selamatin USP. Mari kita bertemu dengan Tuhan Yesus.
USP: Oh … ini beneran ya ketemu sama Tuhan Yesus? aduh saya gemetar nih, Saya sangat gemetar. Aduh, saya saya enggak bisa berjalan loh ini, saya enggak sanggup lho ini.
Saya: Tenang aja, ada Kuda Sembrani …
Dan saya berkata kepada Kuda Sembrani: Kuda Sembrani, tolongin USP ya supaya bisa berjalan sampai bertemu dengan Tuhan Allah Maha pencipta.
USP: memangnya Tuhan Yesus, Tuhan Allah Maha pencipta ya.
Saya: Iyalah, Tuhan Yesus yang menciptakan USP. karena itu Tuhan Yesus tidak mau USP dihajar oleh setan itu. Tuhan Yesus menyuruh saya datang untuk menuntun USP sampai ke SorgaNya.
USP: Oh Tuhan Yesus baik banget ya, baik banget ya
Saya: Tentu sangat baik, sangat baik sangat baik. Mari kita bertemu dengan Tuhan Yesus.
USP: Tapi saya enggak bisa jalan ya, Saya enggak bisa jalan. oh saya gemetar …
Saya: Tenang kan ada Kuda Sembrani.
Saya kepada Kuda Sembrani: silakan Kuda Sembrani.
Kuda Sembrani: Baik hamba Tuhan laksanakan!
Kemudian Kuda Sembrani mendorong USP perlahan-lahan sampai dia bisa berjalan dan sampai di hadapan Tuhan Allah. kemudian dia jatuh ke bawah seperti orang tidak sadarkan diri.
Saya menyembah: Bapa inilah USP saudara saya, datang kepadaMu. terima kasih ya, walaupun dia tidak sepenuhnya percaya kepadaMu tapi Tuhan mau menyelamatkannya. Tuhan sangat baik sangat mulia. saya sangat berterima kasih untuk kebaikanMu Ya Tuhan Allahku yang luar biasa.
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu Aku sangat mengasihimu, engkau membawa orang lain yang tidak percaya kepadaKu ke SorgaKu dan Aku mau menyelamatkan mereka. apalagi saudaramu, tentu Aku mau menyelamatkannya. bawalah dia ke SorgaKu supaya dia mendapat tempat di SorgaKu. Aku sangat mengasihimu.”
Ya Bapa Terima kasih ya untuk kebaikan Tuhan
Kemudian saya memeluk kaki Tuhan dengan penuh kasih sayang berterima kasih buat kebaikanNya.
Dan saya membangun USP: USP, ayo bangun ini sudah dihadapan Tuhan Allah nih. coba angkatlah wajah USP ke atas kepada Tuhan Allah.
Kemudian dia mengangkat wajahnya kepada Tuhan Allah, dan dia melihat terang cahaya yang luar biasa lalu kemudian air matanya mengalir dengan deras.
Saya: Ayo peluk kaki Tuhan Yesus, cium kaki Tuhan Yesus Allah yang mulia.
Ketika dia memeluk kaki Tuhan Yesus, dia melihat lubang di kakiNya. lebih lagi dia menangis lebih lagi dia menangis.
Setelah selesai saya berkata kepada Malaikat pengantar: Malaikat tolong antar USP ke Sorga Tuhan.
Malaikat: baik hamba Tuhan, laksanakan!
USP kemudian melihat saya dengan bengong, saya katakan …
Saya: ayo USP bersama dengan Malaikat Tuhan.
dan saya memegang tangannya untuk berdiri dan kemudian dia memandang saya. saya dalam pandangannya bersinar, dia kaget.
USP: Kamu bersinar ya, bersinar banget ya kamu ya.
Saya: Iya ini sinarnya Tuhan Yesus ya. sekarang USP sama Malaikat Tuhan ke Sorga Tuhan. mau kan ke Sorga Tuhan?
USP: oh mau, mau sekali, mau mau mau
Dan wajahnya yang sangat bersukacita ketika dia pergi naik tangga yang indah. dia melihat keindahan tangga. Melihat tangga yang indah saja dia bersuka cita banget. ketika dia masuk ke Sorga Tuhan, dia sangat senang dia sangat bersukacita dia berteriak-teriak sangat bersukacita.
Saya: Terima kasih sama Tuhan Yesus ya USP, Terima kasih sama Tuhan Yesus
USP: Tuhan Yesus terima kasih, terima kasih. Saya boleh ada di SorgaMu yang indah. Terima kasih terima kasih.
Kemudian terdengar suara: Selamat datang di Sorga Tuhan. engkaulah manusia ciptaan Tuhan yang sangat dikasihi Tuhan, yang telah diselamatkanNya.
Kemudian dia sujud menyembah kepada Tuhan Allah di Sorga Tuhan.
Haleluyah, Terima kasih ya Bapa buat keselamatan buat USP, saya bersyukur kepadaMu.
Dan Tuhan menarik saya dan memeluk saya dengan indahnya. saya merasa tenang dan damai karena Tuhan Allah yang dahsyat dan besar mengasihi saya.
Berfirmanlah Tuhan:
“AnakKu Aku sangat mengasihimu, teruslah bawa jiwa-jiwa di bawah kakiKu. Penuhilah SorgaKu dengan manusia ciptaanKu serupa dan segambarKu. walaupun begitu SorgaKu masih tetap luas masih tetap kosong. karena SorgaKu besar dan indah dan megah melebihi bumi-mu yang sangat kecil. Aku sangat mengasihimu.”
Terima kasih ya Bapa haleluya Amin Amin Amin
***
Pada siang harinya, saya menyanyikan pujian bagi Tuhan: bila kita ke Sorga, itulah hari p’nuh suka cita.
Dan saya melihat USP, dia sedang duduk dengan baju yang berwarna cerah (seperti putih ada bunganya). Dia bertepuk tangan dan tersenyum.
Haleluyah, Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar