Laman

Kamis, 21 November 2024

AnugrahNya yang ajaib (228)

*ini adalah doa syafaat untuk menuntun orang dalam perjalanan di dunia roh, setelah nyawanya lepas dari tubuhnya. Seperti nenek buyut saya yang meninggal (oma dari mami saya dan kemudian bangkit kembali), dia dalam kebingung-an dalam perjalanan ke titik akhirnya. Jadi ada sedikit jeda antara orang yang baru dipanggil pulang sampai kepada garis akhirnya.
Dalam jeda yang sedikit itulah, maka para pendoa berdoa untuk menuntun mereka agar mereka dapat sampai ke sorga Tuhan yang mulia*

Saya mendapat permintaan untuk mendoakan seorang dokter. Dr. JUN.
Ketika saya mendoakannya saya melihat dia sedang menangis tersedu-sedu 
saya katakan: bapak jangan menangis, tapi panggil nama Tuhan Yesus. hingga Tuhan Yesus boleh menyelamatkan bapak ya. Mari kita berdoa … 
kemudian saya mendoakannya untuk melepaskan ikatan2nya dan Saya melihat ada tugu dan saya lepaskan tugu ini dari hidupnya, ini adalah suatu penyembahan berhala

kemudian Saya doakan untuk dibersihkan sampah-sampah dalam hidupnya
kemudian dia sampai di sungai Tuhan dan dia sangat takut. Ya pasti takutlah, karena kan yang dilihat api … 
saya katakan: nggak usah takut pak, masuk aja. bapak pasti dibersihin. bapak mau masuk Sorga kan? jadi silakan masuk … langsung aja 
Pak JUN: oh ya bu, oh iya bu. Ibu, ibu … ibu … ibu 
Saya: kenapa pak?
Pak JUN: ibu bercahaya sekali, bersinar-sinar
Saya: oooh ini karena Tuhan. Tuhan memberikan sinar kepada saya 
Pak JUN: oh …. 
Saya: bapak melihatnya bersinar, padahal sinarnya itu adalah Tuhan sendiri. ya silakan masuk di sungai ber-api Tuhan. 
Pak JUN: saya enggak terbakar kan Bu ya? 
Saya: enggak, ya bapak dibersihkan ya Dari semua kenajisan dunia 
Pak JUN: ya ya ya … 

Dan dia masuk ke dalam sungai ber-api Tuhan. Dan Sungai Tuhan membersihkannya 
Setelah setelah dibersihan, dia keluar dari sungai Tuhan …
saya katakan: Mari, kita datang ke TUhan Allah pencipta langit dan bumi ini 
Pak JUN: aduh bu, saya takut bu … saya gemetar … ibu bisa pegang saya enggak?
Saya: ooo jangan! He he he …. Karena bapak laki2, saya perempuan (dan dia juga sudah meninggal ha ha ha). Ya malaikat Tuhan yang menuntun bapak, mau?
Pak JUN: ooo enggak, enggak! saya tidak berani. Saya takut sama Malaikat Tuhan
SAya: oh ya …  ya sudah gak usah terburu2 … pelan2 saja

Ketika sampai kepada Bapa … 
Saya bersyafaat: Bapa, inilah bapak JUN datang kepadamu 
Berfirmanlah Tuhan:
“anakKu, Aku sangat mengasihimu 
terima kasih engkau membawa satu jiwa di bawah kakiKu pada pagi hari ini 
banyak manusia di bumi ini yang tidak peduli akan hidupnya, ketika dia masih hidup di bumi 
dan ketika dia berpulang dia baru menyadari hidupnya sangat sia-sia di bumi 

tapi kasihKu berlimpah kepada manusia ciptaanKu serupa dan segambarKu
dan Aku mau menyelamatkannya 
engkau hambaKu bertugas untuk menolong mereka
untuk sampai ke SorgaKu yang mulia ini 

karena itu hai anakKu, bersihkanlah selalu jubahmu 
sehingga engkau bisa menolong jiwa-jiwa yang lain untuk datang ke SorgaKu 
Aku sangat mengasihimu 

(dan firmanNYa kepada pak JUN)
manusia kecilku …. Aku mau menyelamatkanmu
berikan dia tempat!.”

Saya bersorak bersukacita … yeee Haleluyah ….
Saya: ya bapak silakan, menyembah Tuhan Yesus, berlutut ya. peluk kaki Tuhan karena Tuhan telah menyelamatkan bapak.
Pak JUN: hhhh, saya sudah selamat Bu? saya sudah selamat? 
Saya: ya, sudah selamat ya bapak ya. Mengucap syukurlah 
Pak JUN: ooh terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih ya

Bapa … 
Terima kasih ya Bapa, Tuhan Yahushua Hamashia dan Allah Roh Kudus

Dan saya berkata kepada Malaikat: ya Malaikat, tolong antar bapaknya ke tempatnya 
Malaikat: ya hamba Tuhan, laksanakan!
Pak JUN: oh!!! Banyak orang ya Bu, banyak orang ya 
Saya: ya bapak … Banyak orang, ini Sorga Tuhan 
Pak JUN: Oh Sorga yang indah, Sorga yang indah. rumput yang hijau yang lembut yang indah yang wangi. Woooowwww …. terima kasih Tuhan, Yesus terima kasih Tuhan Yesus 

Dia berteriak2 karena dia sangat bersukacita 
Terima kasih ya Bapa, Tuhan Yahushua Hamashia dan Allah Roh Kudus, saya bersyukur kepadaMu
Haleluya Amin Amin Amin. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar